Uji Aktivitas Fraksi Dari Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour)Merr.) Terhadap Bakteri Shigella dysenteriae
Sari
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Aryanti., Harsajo., Syafria, Y., & Ermayanti, M. T. (2007) Isolasi dan uji antbakteri batang sambung nyawa (Gynura procumbens Lour) umur panen 1, 4,dan 7 bulan. Jurnal baham alam indonesia, 6,
Davis, W. W., & Stout, T. R. (1971).Disc plate method of microbiological antibiotic assay. Journal of microbiology, 22, (4), 659-665.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1995). Materia medika indonesia. (Jilid VI). Jakarta: Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan.
Djamal, R. (1990). Prinsip–prinsip dasar bekerja dalam bidang kimia bahan alam. Padang : Penerbit Universitas Baiturahmah.
Ersita & Kardewi. (2016). Uji efektivitas antibakteri fraksi aktif daun sirsak (Annona Murikata Linn) terhadap bakteri Escherichia coli. Jurnal Kesehatan Bina Husada, 11, (4),1-9.
Fadli, Y. M. (2015). Benefits Of Sambung Nyawa (Gynura procumbens) subtance As Anticancer.J Majority,4, (5), 50-53.
Harborne, J.B. (1987). Metode fitokimia penentuan cara modern menganalisis tumbuhan. (Edisi kedua). Bandung: Penerbit ITB
Jawetz, Melnick & Adelberg. (2005). Mikrobiologi Kedokteran. (Edisi 1). Jakarta: EGC.
Karlina, C.Y., Muslimin I., Guntur.T. (2013).Aktivitas antibakteri Ekstrak Herba Krokol (Portulaca oleracea L).Terhadap Stapylococcus aureus dan Escherichia coli.Jurnal Chem. Prog., 5, (2), 15-22.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Farmakope Herbal Indonesia. (Edisi 1). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lay, B. W. (1994). Analisis Mikroba di Laboraotorium. (edisi 1).Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Misna., & Diana, K. (2016). Aktivitas antibakteri ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Journal of Pharmacy, 2, (2), 138-144.
Muljono, P., Fatmawali., & Manampiring, A. E. (2016). Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun mayana jantan (Coleus atropurpureus Benth) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus Sp. Dan Pseudomonas Sp. Jurnal e-Biomedik (eBm), 4, (1), 164-172.
Munfati, P. N., Ratnasari, E., & Trimulyono, G. (2015). Aktivitas Senyawa Antibakteri Ekstrak Herba Meniran (Phyllanthus niruri) terhadap Pertumbuhan Bakteri Shigella dysenteriae Secara in Vitro. LenteraBio, 4, (1), 64-65.
Pelezar, Michael. J. & Chan, E.S.C. (1988). Dasar-dasar mikrobiologi Edisi 2 terjemahan Ratna Siri H, Teja Imas, S. Sutarmi dan Sri Lestari A. Jakarta : UI Press
Rusdi, N. K., Sediarso., & Fadila, S. H. (2010). Uji aktivitas antibakteri fraksi etanol 70% dari ekstrak daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (sceff) Boerl.) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Jurnal farmasains, 1, (2), 89-94.
Sembiring, E., Sangi, M. S., & Suryanto, E. (2016). Aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi dari biji jagung ( Zea mays L.) Jurnal Chem. Prog., 9, (2), 16-24.
Tiwari, P., Kumar, B., Kaur, M., Kaur G., & Kaur, H. (2011). Phytochemical screening and extraction. Internationale Pharmaceutica Sciencia, 1 (1), 98-106.
Utami, P., & Puspaningtyas, D. E. (2013). The miracle of herbs. Jakarta : PT AgroMedia Pustaka.
Zalbawi, S. & Santoso, S. S. (2004). Perilaku Pencegahan Penyakit Shigella (Disentri) Pada Masyarakat di Jakarta Utara, DKI Jakarta. Media Litbang kesehatan, XIV, (4), 35-41.
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.

Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0.


