Uji Aktivitas Antibakteri Ektrak Etil Asetat Spons Aplysina aerophoba Pada Helicobacter pylori dan Shigella dysenteriae

Dwi Dinni Bakhtra, Anzharni Fajrina, Yuyun Irenda

Sari


Spon merupakan hewan laut yang menghasilkan senyawa bioaktif diketahui mempunyai aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat spon Aplysina aerophoba terhadap Shigella dysenteriae dan Helicobacter pylori. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dilakukan dengan mengukur diameter hambat di sekeliling cakram kertas, dengan menggunakan berbagai konsentrasi yaitu 7%, 5%, 3%, 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat Aplysina aerophoba mampu menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae dan Helicobacter pylori dengan terbentuknya rata-rata diameter hambat pada masing-masing konsentrasi sebesar 10,60 mm; 9,44 mm; 8,3 mm; 5,641 mm pada bakteri Helicobacter pylori. Selanjutnya untuk bakteri Shigella dysenteriae terbentuk rata-rata diameter hambat sebesar 10,05 mm; 9,63 mm; 6 mm; 4,583 mm.

Kata Kunci : Antibakteri; Aplysina aerophoba; Ekstrak etilasetat


Kata Kunci


Antibakteri; Aplysina aerophoba; Ekstrak etilasetat

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abubakar, H., Wahyudi, A. T., & Yuhana, M. (2011). Skrining bakteri yang berasosiasi dengan spons Jaspis sp sebagai penghasil senyawa antimikroba. Jurnal dari ilmu kelautan, 16, (1), 35-40.

Amade, P., Charrroin, C., Baby and Vacelet, J. (1987). Antimicrobial activities of marine sponges from the Mediterranean sea. Journal of marine biologi, 94, 271-275.

Belarbi, E. H., Gómez, A. C., Chisti, Y., Camacho, F. G., & Grima, E. M. (2003). Producing drugs from marine sponges. Journal of Biotechnol. Adv, 21,(7), 585-598.

Biemer, J. J. M. D. (1973). Antimicrobial Susceptibility Testing by the Kirby-Bauer Disc Diffusion Method. Journal of clinical laboratory science. 2, (3), 135-140.

Cowan, M. M (1999). Plant products as antimikrobial agents. Jurnal of Microbiology. 12, (8), 564-582.

Davis, W. W., & Stout, T. R. (1971). Disc plate method of microbiological antibiotic assay. Journal Of Microbiology, 22, (4), 659-665.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Parameter standar umum ekstrak tumbuhan obat. (Edisi 1). Jakarta: Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan, Direktorat Pengawasan Obat Tradisional.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Selatan. (2016). Dokumen informasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup daerah Kabupaten Pesisir Selatan. Pesisir Selatan. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Selatan.

Fakhri, M., Hariati, A. M., Prajitno A. (2013). In vitro antibacterial activity of sponge Acanthella cavernosa against Vibrio harveyi. Journal of Applied Environmental and Biological Sciences. 3, 1-5.

Ismet, M. S. (2007). Penepisan senyawa bioaktif spons Aaptos aaptos dan Petrosia sp. dari lokasi berbeda. (Tesis). Bogor. Institut Pertanian Bogor

Ismet, M. S., Bengen, D. G. , Radjasa, O. K., & Kawaroe, M. (2016). Komposisi dan aktifitas antibakteri spons laut dari ekosistem lamun yang berbeda diperairan kepulauan seribu. Jurnal ilmu dan teknologi kelautan tropis, 8, (2), 729-745.

Jacob, S. W., & Wood, C. (1967). Dimethyl Sulfoxide (DMSO) Toksicology, pharmacology and Clinicsl experience . Journal of surgery. 114, 414-425.

Jawetz., Melnick., & Adelberg. (2007). Mikrobiologi kedokteran, (Edisi 23). Penerjemah : Hartanto, H., Rachman, C., Dimanti., dan Diani, A. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Katzung, B. G. (2004). Farmakologi: Dasar dan klinik. Ed 1. Jakarta: Salemba medika.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Riset kesehatan dasar. Jakarta. Badan Penelitian & Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Kementrian kelautan & perikanan Indonesia. (2012). Keanekaragaman hayati laut untuk pengembangan kawasan konservasi perairan di Indonesia. Jakarta: Kementrian kelautan & perikanan Indonesia.

Lay, B. W & Hastowo, S. (1994). Analisis mikroba di laboratorium. (edisi 1). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Majdi, N. (2008). Expression of secondary metabolites by the Mediterranean sponges Aplysina aerophoba and Aplysina cavernicola (College Board Rep. No. 2). Perpignan: University of Perpignan Via Domitia

Monajemzadeh, M., Abbasi, A., Tanzifi, P., Vakili, S. T. T., Irani, H., and Khasi, L. (2014). The Relation Between Helicobacter pylori Infection and Acute Bacterial Diarrhea in Children.

Ningsih, R. D., Zusfahair & Kartika, D. (2016). Identifikasi senyawa metabolit sekunder serta uji aktivitas ekstrak daun sirsak sebagai antibakteri. Molekul. 2 (1), 101-111.

Perilla, M. J., Gloria. A., & John. E. (2003). Manual for the Laboratory Identification and Antimicrobial Susceptibility Testing of Bacterial Pathogens of Public Health Importance in the Developing World. Genava : World Health Organization.

Rusdi, N. K., Sediarso., & Fadila, S. H. (2010). Uji aktivitas antibakteri fraksi etanol 70% dari ekstrak daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (sceff) Boerl.) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Jurnal farmasains, 1, (2), 89-94.

Robinson, T. (1995). Kandungan organik tumbuhan tinggi. Penerjemah: K. Padmawati. Bandung: Penerbit ITB.

Siswandono & Soekardjo, B. (2000). Kimia Medisinal. (Edisi II). Surabaya: Universitas Erlangga.

Taylor, M. W., Radax, R., Steger, D., & Wagner, M. (2007). Sponge-associated microorganism; evolution, ecology, and biotechnological potential. American Society for Microbiology, 71, (2), 295-347.

Tickell, K. D., Brander, R. L., Atlas, H. E., Pernica, J. M., Walson, J. L., & Pavlinac, P. B. (2017). Identification and management of Shigella infection in children with diarrhoea: a systematic review and meta-analysis. Journal of Global Health. 5, 1325-1248.

Vilas, J. A. G, Poveda, B. M., Quesada, A. R. & Medina, M. A. (2015). Aeroplysinin -1, a sponge derived multi targeted bioaktive marine drug. Jurnal of marine drug, 14, (1), 2-12.

Yulianty, R., Rante, H., Alam, G., & Tahir, A. (2011). Skrining dan analisis KLT- Biografi senyawa antimikroba beberapa ekstrak spons asal perairan laut pulau Barrang Lompo, Sulawesi Selatan. Jurnal majalah obat tradisional, 16, (2), 88-94.




DOI: http://dx.doi.org/10.52689/higea.v10i2.188

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##