Analisis Kualitatif Vitamin B1 Pada Kacang Hijau (Phaseolus radiates L.) Menggunakan Metode Konvensional dan KLTKT Silika Gel 60 F254

Ridho Asra, Boy Chandra, Zulharmita Zulharmita, Elsa Febrianti

Sari


Telah dilakukan penelitian mengenai analisis kualitatif vitamin B1 pada kacang hijau dengan menggunakan metode konvensional dan kromatografi lapis tipis kinerja tinggi (KLTKT). Analisis kualitatif dilakukan dengan metode konvensional menggunakan pereaksi warna dan menggunakan plat KLTKT silika gel 60 F254 dengan fase gerak metanol: air: asam asetat: ammonia (5: 4,5: 0,5: 0,75). Hasil analisis menggunakan pereaksi tiokrom, diazotasi, dan timbal asetat memberikan hasil yang positif terhadap vitamin B1. Hasil analisis menggunakan KLTKT memberikan nilai Rf yang sama pada larutan sampel dan standar dengan Rf 0,5. Dari hasil penelitian menunjukkan sampel kacang hijau positif mengandung vitamin B1.

Kata Kunci: Kacang Hijau; KLTLT; Vitamin B1


Kata Kunci


Kacang Hijau; KLTLT; Vitamin B1

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Akbar, A. P. (2016). Penetapan kadar vitamin B1 pada kacang hijau dan tempe yang beredar di pasar raya Padang secara spektrofotometri visibel. (Skripsi). Padang: Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFARM) Padang.

Almatsier, S. (2001). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Andarwulan, N., & Koswara, S. (1992). Kimia vitamin. Jakarta: Rajawali.

Andayani, R., Harun, S., & Maya, V. K. (2011). Penetapan kadar vitamin B1 pada beras merah tumbuk, beras merah giling, dan berasputih giling secara spektrofotometer uv- visibel. J Scient 1 (2), 7 – 11.

Autherhoff, H., & Kovar, K. A. (1987). Identifikasi obat. (Edisi IV). Penerjemah: N. C. Sugiarso. Bandung: Penerbit ITB.

Dachriyanus. (2004). Analisis struktur senyawa organik. Padang: Andalas University Press.

Day, R. A., & Underwood, A. L. (2002). Analisis kimia kualitatif (Edisi VI). Jakarta: Erlangga.

Deman, J. M. (1997). Kimia makanan. Penerjemah: K. Padmawinata. Bandung: Penerbit ITB.

Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat. (2007). Gizi dan kesehatan masyarakat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Dewoto, H. R. (2007). Vitamin dan mineral. In S. G. Gunawan (Edisi V). Farmakologi dan terapi (pp.769-793). Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik.

Djamal, R. (2010). Kimia bahan alam: Prinsip-prinsip dasar isolasi dan identifikasi. Padang: Universitas Baiturrahman.

Fitriyasti, B. (2010). Kimia organik. Padang: Universitas Baiturrahmah.

Gandjar, I. G., & Rohman, A. (2012). Kimia farmasi analisis. (Cetakan IX). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Gritter, R. J., dkk. (1991). Pengantar kromatografi. Penerjemah: K. Padmawinata. Bandung: Penerbit ITB.

Jones, D. S. (2010). Statistik farmasi. Penerjemah: H. U. Ramadaniati & H. Rivai. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Suplemen 1 farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Farmakope Indonesia. (Edisi V). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Laksmiwati, A. A. I. M., Ratnayani, K., & Agustin, N. W. (2012). Kadar tiamin hidroklorida (vitamin B1) pada nasi beras putih dan beras merah pada berbagai waktu penyimpana pada alat magic-com. Jurnal kimia. 6 (1),47-54.

Liu, S., Zuhuyuan, Z., Qin, L., Hongqun, L., & Wenxzu, Z. (2002). Spectrophotometric determination of vitamin B1 in a pharmaceutical formulation using tryphenyl acid dyes. J Pharma Biomed Anal, 30 (3), 665 - 94.

Mutschler, E. (1991). Dinamika obat. (Edisi V). Penerjemah : Widianto, M.B dan Rianti, A.S : Bandung: Penerbit ITB.

Nuraini, D. N. (2011). Aneka manfaat biji-bijian (Edisi I). Yogyakarta: Gava Media.

Proverawati, A., & Wati, E. K. (2011). Ilmu gizi untuk keperawatan dan gizi kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Purwati, H. (2013). Kadar protein dan vitamin B1 dadih formula susu kacang hijau dan susu sapi yang berbeda dengan aroma mangga kweni. (skripsi). Surakarta: Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Muhammad Surakarta.

Purwono & Hartono, R. (2005). Budidaya kacang hijau. Jakarta: Penebar Swadaya.

Rohman, A. (2009). Kromatografi untuk analisis obat. (Edisi I). Yogyakarta: Graha Ilmu

Rukmana, R. (1997). Budi daya dan pascapanen kacang hijau. Yogyakarta: Kanisius.

Scott, R. P. W. (1993). Chromatograhy silica gel and bonded phases. Chichester: John Wiley and Sons Inc.

Stahl, E. (1985). Analisis obat secara kromatografi dan mikroskopi. Penerjemah: K. Padmawinata., & I. Soediro. Bandung: Penerbit ITB.

Watson, D. G. (1999). Analisis farmasis buku ajar untuk mahasiswa farmasi dan praktisi kimia farmasi. (Edisi II). Penerjemah: Winny. R. Syarief. Jakarta: EGC.

Zebua, S. (2016). Evaluasi penggunaan plat kromatografi lapis tipis silika gel GF 60 dan plat kromatografi lapis tipis silika gel 60 F254 pada penentuan kadar vitamin B1 pada beras putih. (Skripsi). Padang: Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFARM) Padang.




DOI: http://dx.doi.org/10.52689/higea.v10i2.190

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##