Uji Toksisitas Sub Akut Ekstrak Etanol Daun Sembung (Blumea balsamifera L. DC) Terhadap Fungsi Hati Dan Ginjal Pada Mencit Putih Jantan

Aried Eriadi, Ifora Ifora, Siti Alfiah

Sari


Pengujian efek toksisitas sub akut ekstrak etanol daun sembung (Blumea balsamifera (L). DC) terhadap fungsi hati dan ginjal pada mencit putih jantan telah dilakukan. Sebanyak 36 ekor mencit putih jantan berusia 2-3 bulan dengan berat badan 20-30 gram digunakan sebagai hewan uji. Hewan dibagi dalam 4 kelompok yaitu 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan yang diberi ekstrak etanol daun sembung (Blumea balsamifera (L). DC) dengan dosis 100 mg/kg BB, 150 mg/kg BB, dan 250 mg/kg BB diberikan sekali sehari secara oral selama 21 hari. Parameter yang diamati yaitu aktivitas SGPT, kadar kreatinin dalam serum dan penentuan berat relatif organ hati dan ginjal. Data aktivitas SGPT, kreatinin serum dan penentuan berat relatif organ dianalisis dengan ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun sembung dengan dosis 100 mg/kg BB, 150 mg/kg BB dan 250 mg/kg BB tidak berpengaruh signifikan terhadap aktivitas SGPT, kadar kreatinin dalam serum dan berat relatif organ hati dan ginjal (p > 0,05). Jadi pemberian variasi dosis dan lama pemberian ekstrak daun sembung (Blumea balsamifera (L). DC) tidak menimbulkan efek toksik secara sub akut terhadap fungsi hati dan ginjal pada mencit putih jantan (p > 0,05).


Kata Kunci


Ekstrak daun sembung; uji sub akut; SGPT; kreatinin serum; berat relatif organ hati dan ginjal.

Teks Lengkap:

PDF PDF

Referensi


Alfiah, R. R. Khotimah, S. & Turnip, M. (2015). Efektivitas ekstrak methanol daun sembung terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Jurnal Protobiont, Vol 4, No 1, 52-57.

Baron, D. N. (1990). Kapita selekta patologi klinik. (Edisi 4). Penerjemah: P. Adrianto., J. Gunawan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Parameter standar umum ekstrak tumbuhan obat. (Edisi I). Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Farmakope herbal Indonesia. (Edisi I). Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Suplemen 1 Farmakope herbal Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Guyton, A. C. & Hall, J. E. (1997). Buku ajar fisiologi kedokteran. (Edisi 9). Penerjemah: I. Setiawan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Jiang, Z. L. Zhou, Y. & Yuan, W. C. G. (2014). Phytochemical compositions of volatile oil from Blumea balsamifera and their biological activities. Pharmacognosy Magazine, Vol 10, 346-352.

Jones, D. S. (2010). Statistik farmasi. Penerjemah: H. U. Ramadaniati & H. Rivai. Jakarta: Penerbit EGC.

Larasati, E. K., Ahmad, I., & Ibrahim, A. (2015). Efek antidiare ekstrak daun sembung (Blumea balsamifera L.) terhadap mencit putih jantan. Jurnal Sains dan Kesehatan, Vol 1, No 2, 56-60.

Loomis, T. A. (1978). Toksikologi dasar. Penerjemah: I. A. Donatus. Yogyakarta: Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.

Lu, F.C. (1992). Toksikologi dasar: asas, organ sasaran dan penilaian risiko. (Edisi II). Penerjemah: E. Nugroho. Jakarta: Universitas Indonesia.

Norikura, T. Yuasa, A. K. Shimizu, M. & Huang, X. (2008). Anticancer activities and mechanism of Blumea balsamifera extract in hepatocellular carcinoma cells.

The American Journal of Chinese Medicine, Vol 36, No. 2, 411-424.

Ruhimat, U. (2015). Daya hambat infusum daun sembung (Blumea balsamifera) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan metode difusi cakram. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada, Vol 13, No 1, 142-148.

Schumann, G., Bonora, R., Cerotti, F., & Ferard, G. (2002). IFCC primary reference procedure for the measurement of catalytic activity concentrations of enzymes at 37 oC. Clin Chem Lab Med, 40, (7), 718-724.

Sherlock, S. (1990). Penyakit hati dan sistem saluran empedu. Penerjemah: P. Andrianto. Jakarta: Widya Madika.

Thamrin, A. A. Yuniarti, U. Hazar, S. (2016). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sembung terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Prosiding Farmasi, Vol 2, No 1, 39-44.

Wijayakusuma, H. M. H. (1999). Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia. (Jilid 1). Jakarta: Prestasi Insan Indonesia.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##