Penetapan Kadar Vitamin C Dan B1 Pada Buah Naga Merah (Hylocereus Lemairel (Hook.) Britton & Rose) Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis

Boy Chandra, Zulharmita zulharmita, Winda Dian Putri

Sari


Analisis vitamin C dan B1 pada sampel buah naga merah (Hylocereus lemairel (Hook.) Britton & Rose) dari daerah Kabupaten Agam, Sumatera Barat dengan menggunakan metode spektrofometri UV-Vis. Sampel buah naga merah (Hylocereus lemairel (Hook.) Britton & Rose) diekstraksi dengan menggunakan pelarut air. Kemudian ekstrak sampel diukur dengan alat spektrofotometer ultraviolet untuk vitamin C pada panjang gelombang 265,0 nm, sedangkan untuk vitamin B1 ekstrak sampel ditambahkan larutan dapar amonia, biru bromtimol dan polivinyl alkohol kemudian diukur dengan alat spektrofotometer visible pada panjang gelombang 431,0 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar vitamin C dari Hylocereus lemairel (Hook.) Britton & Rose) yaitu 0,0151 % ± 0,0005. Sedangkan pada penentuan kadar vitamin B1 menunjukkan hasil yaitu 0,1023 % ± 0,0002.


Kata Kunci


Buah Naga Merah, Vitamin C, Vitamin B1, Spektrofotometri UV-Vis

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Almatsier, S. (2001). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Arel , A., Martinus, A. B., Ningrum, A. S., (2017). Penetapan Kadar Vitamin C Pada Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis (F.A.C Weber) Britton & Rose) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Visibel. Scientia 7 (1), 1-5.

Autherhoff, H., & Kovar, K. A. (1987). Identifikasi Obat. (Edisi 4). Penerjemah: N. C. Sugiarso. Bandung: ITB.

Deman, J. M. (1997). Kimia makanan. Penerjemah: K. Padmawinata. Bandung: Penerbit ITB.

Febriani, W., Sulaeman, A., & Setiawan, B. (2016). Tepung Buah Naga Merah Dan Olahraga Memperbaiki Glukosa Darah Dan Profil Lipid Darah Pada Tikus Obes. Jurnal Gizi Pangan. 11 (3), 175-182.

Gandjar, I. G., & Rohman, A. (2012). Kimia Farmasi Analisis. (Cetakan IX). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kristanto, D. (2008). Buah Naga : Pembudidayaan Di Pot dan Di Kebun. Depok: Penebar Swadaya.

Laili, M ., Alimuddin, Erwin. (2017). Penetapan Kadar Vitamin C Dalam Sirup Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Dengan Variasi Waktu Penyimpanan. Jurnal Atomik, 02 (01), 123 - 133.

Liu, S., Zuhuyuan, Z., Qin, L., Hongqun, L., & Wenxzu, Z. (2002). Spectrophotometric determination of vitamin B1 in a pharmaceutical formulation using tryphenyl acid dyes. J Pharma Biomed Anal, 30 (3), 665 - 94.

Pakaya, D. (2014). Peranan Vitamin C Pada Kulit. Medika Tadulako. 1 (2), 45-54.

Panjuantiningrum, F. (2009). Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Yang Diinduksi Aloksan. (Tesis). Surakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

Prakoso, L. O., Yusmaini, H., Thadeus, M. S., & Wiyono, S. (2017). Perbedaan Efek Ekstrak Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Dan Ekstrak Buah Naga Putih (Hylocereus Undatus) Terhadap Kadar Kolesterol Total Tikus Putih (Rattus Norvegicus). Jurnal Gizi Pangan. 12(3), 195-202.

Rahayu, S. (2014). Budidaya Buah Naga Cepat Panen. Jakarta: Infra Hijau.

Risnayanti, Mulyani, S., Ratman. (2015). Analisis Perbedaan Kadar Vitamin C Pada Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dan Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) Yang Tumbuh Di Desa Kolono Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Akad.Kim, 4 (02), 91-96.

Rohim, A., Alimuddin, Erwin. (2016). Analisis Kandungan Asam Askorbat Dalam Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Dengan Iodimetri. Jurnal Kimia Mulawarman, 14 (01), 42 – 45.

Winarno, F. G. (1997). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.

Wongsowijaya, S. (2017). Manfaat Buah Naga, Melon, Semangka, Ketimun, Markisa Bagi Kesehatan. Yogyakarta : Leutika Nouvalitera.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##