Uji Aktivitas Fraksi Ekstrak Etanol Daun Kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) Tehadap Kadar Glukosa Darah dan Indeks Aterogenik Tikus Putih Jantan

Widya Kardela, Fitra Fauziah, Santi Nadia

Sari


Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat. Diabetes melitus ditandai dengan hiperglikemia puasa dan  postprandial. Peningkatan glukosa darah yang berhubungan dengan diabetes melitus dihasilkan dari sekresi insulin pankreas yang tidak ada atau tanpa penurunan bersama dari aksi insulin. Tidak adanya insulin dihubungkan dengan defisiensi aktivitas lipoprotein lipase (LPL), karena enzim ini diinduksi oleh insulin.Trigliserida Very Low Density Lipoprotein (VLDL) dihidrolisis oleh enzim LPL sehingga penurunan LPL dapat meningkatkan trigliserida VLDL dan memiliki potensi aterogenik yang tinggi. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian daun kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) terhadap kadar glukosa darah dan indeks aterogenik pada tikus putih jantan. Hewan percobaan dikelompokkan menjadi 6 kelompok yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif, pembanding (metformin 45 mg/kg BB), fraksi n-heksan, etil asetat, dan air ekstrak etanol daun kemuning dosis 100 mg/kg BB.  Hewan diinduksi aloksan dosis 125 mg/kg BB secara intraperitoneal. Tiap kelompok diberikan perlakuan selama 27 hari kemudian dilakukan pengukuran kadar glukosa darah, kolesterol total dan HDL tikus putih jantan pada hari ke-14 dan hari ke-28 dengan alat fotometer klinikal 5010. Hasil uji analisis menunjukkan bahwa pemberian fraksi ekstrak etanol daun kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah dan indeks aterogenik pada tikus putih jantan (p<0,05).


Kata Kunci


Daun kemuning; Kadar glukosa darah; Indeks aterogenik

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ansell, B. J., Fonarow, G. C & Fogelman, A. M. (2007). The paradox of dysfunctional high-density lipoprotein. Current Opinion in Lipidology, 18, 427-434.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2006). Monografi ekstrak tumbuhan obat Indonesia. (Volume 2). Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Dipiro, J. T., Wells, B. G., Schwinghammer, T. L & Dipiro, C. V. (2009). Pharmacotheraphy handbook. (7rd ed). Newyork: Mc Graw Hill Medical.

Gautam, M.K., Gupta, A., Vijaykumar, M., Rao, CV & Goel, RK. (2012). Studies on the hypoglycemic effects of Murraya Paniculata Linn. Extract on alloxan-induced oxidative stress in diabetic and non-diabetic models.Asian Pacific Journal of Tropical Disease, 2, (1), 186-191.

Gautam, M. K., Gangwar, M., Nath, G., Rao, CV & Goel, RK. (2012). Invitro antibacterial activity on human pathogens and total phenolic, flavonoid contents of Murraya paniculata Linn. Leaves. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 2, (3), 1660-1663.

Grenspan, F. S & Baxter, J. D. (1993). Endokrinologi dasar & klinik. Penerjemah: C.Wijaya, R.F.Maulany & S.Samsudin. San fransisco: EGC.

Handayani, D., Aulani’am., Soeadmadji, D.W & Widodo, M.A. (2003). Enzim lipoprotein lipase suatu alternatif pemeriksaan gangguan metabolisme lemak pada penderita DM tipe 2 in vitro. Majalah kedokteran universitas brawijaya, 12, (2), 1-8.

Katzung, B. G. (2007).Basic & clnical pharmacology. (Edisi 10). Boston: Mc graw hill.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Formularium obat herbal asli Indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Mutschler, E. (1991). Dinamika obat. (Edisi 5). Penerjemah:M. B Widianto & A. Setiadi ranti. Bandung: ITB.

Murugandan, S., Srinivisan, K., Gupta, S., Gupta, P.K & Lal, J. (2005). Effect of mangiferin on hyperglycemia and atherogenicity in streptozotocin diabetic rats. Journal of Ethnopharmacology, 97, 497-501

Narkhede, B.M., Ajmire, P.V & Wagh, A.E.(2012). Evaluation of antinociceptive and anti-inflammatory activity of ethanol extract of Murraya Paniculata leaves in experimentalrodents. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Science, 4, (1), 247-250.

Price, S. A., & Wilson, L. M. (2005). Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit. (Edisi 6). Penerjemah: H. Hartono. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Riswan, S & Andayaningsih, D. (2008). Keanekaragaman tumbuhan obat yang digunakan dalam pengobatan tradisional masyarakat sasak lombok barat. Jurnal Farmasi Indonesia, 4, (2), 96-103.

Rehman, F. U., Khan, M. F & Khan, I. (2014). Analgesic activity of carbazole alkaloid from Murraya paniculata Linn. (Rutaceaea). American Eurasian J. Agric & Environ.Sci, 14, (3), 240-245.

Rohman, A & Riyanto, S. (2005). Daya antioksidan eksrak etanol daun kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) secara in vitro. Majalh Farmasi Indonesia, 16, (3), 136-140.

Sari, I. P., Pramono, S & Hali, A. A. (2004). Efek ekstrak etanolik daun kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) terhadap kolesterol darah tikus putih jantan diet tinggi lemak dan histopatologi hepar, jantung dan aorta, Jurnal Lembaga Pendidikan Kepada Masyarakat UGM, 1693, (1033), 44-46.

Sari, K., (2006).Pemanfaatan obat tradisional dengan pertimbangan manfaat dan keamanannya. Majalah ilmu Kefarmasian, 3, (1), 01-07.

Sayar, K., Paydar, M & Murphy, B.P. (2014). Pharmacological proporties and chemical constituen of Murraya paniculata (L.) Jack. Medicinal and Aromatic Plants. 3, (4), 1-6.

Sharma, P., Batra, S., Kumar, A & Sharma, A. (2017). In vivo antianxianxiety and antidepressant activity of Murraya Paniculata leaf extracts. Integrative Medicibne, 15, (4), 320-325.

Soedibyo, B. R. A. Mooryadi. (1998). Alam sumber kesehatan manfaat dan kegunaan. Jakarta: Balai pustaka.

Vogel, G. (2002). Drug discovery and evaluation pharmacological asaays. (Edisi 2). German: Springer-Verlag Berlin Heidelberg.

Yokozawa, T., Cho, E. J., Sasaki, S., Satoh, A., Okamoto, T & Sei, Y. (2006). The protective role of chinese prescription kangen-karyu extract on doiet-induced hypercholesterolemia in rats. Biol. Pharm. Bull. 29, (4), 760-765.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##