PENGARUH VARIASI PERLAKUAN (SEGAR DAN SIMPLISIA) RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR FENOL TOTAL

Denia Pratiwi, Isna Wardaniati

Sari


Radikal bebas merupakan molekul yang tidak stabil dan sangat reaktif dan antioksidan dapat menetralkan radikal bebas dengan cara mendonorkan satu atom protonnya sehingga membuat radikal bebas stabil dan tidak reaktif. Antioksidan alami salah satunya terdapat pada tanaman kunyit (Curcuma domestica) dari famili Zingiberizaceae. Rimpang kunyit mengandung senyawa aktif  yang berkhasiat  sebagai obat yang disebut kurkuminoid, yang termasuk golongan senyawa fenolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh perlakuan rimpang kunyit yang telah di ambil bagian tengahnya dibedakan menjadi dua perlakuan yakni dalam keadaan segar (P1) dan dibuat menjadi simplisia (P2) terhadap nilai aktivitas antioksidan dan kadar total fenol. Pada penetapan kadar total fenol menggunakan metode folin ciocalteau dengan asam galat sebagai pembanding dan pada penetapan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian diperoleh nilai IC50 pada P1 dan P2 berturut-turut adalah 193,4367 dan 46,7686 µg/ml dan kadar fenol total berturut-turut  sebesar 158,3333 mg/g GAE  dan  93,9747 mg/g GAE.

Kata Kunci


aktivitas antioksidan, rimpang kunyit, total fenol, folin ciocalteau, DPPH

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ahmad, A. R. et al. (2017). Penetapan kadar fenolik dan flavonoid total ekstrak metanol buah dan daun patikala (Etlingera elatior (Jack) RM SM)’. Pharmaceutical Sciences And Research (Psr), 2(1), pp. 1–10.

Alfian, R. and Susanti, H. (2013). Penetapan kadar fenolik total ekstrak metanol kelopak bunga rosella merah (Hibiscus sabdariffa Linn) dengan variasi tempat tumbuh secara spektrofotometri’, Pharmaciana, 2(1).

Almurdani, M., Jose, C. and Teruna, H. Y. (2013) . Uji Aktivitas Antioksidan Dan Toksisitas Ekstrak Akar Tanaman Amaranthus spinosus’, J. Ind. Che. Acta Vol, 4, p. 1.

Annisas, J. (2013). Kadar Fenolik dan Aktivitas Antioksidan Lima Aksesi Tanaman Kunyit (Curcuma domestica) pada Lokasi Budidaya Kecamatan Nagrak, Sukabumi’. Skripsi.

Cahyono, B., Huda, M. D. K. and Limantara, L. (2011). Pengaruh proses pengeringan rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza roxb) terhadap kandungan dan komposisi kurkuminoid. Reaktor, 13(3), pp. 165–171.

Edriana, N. (2014). Uji aktivitas antioksidan pada ekstrak daun kunyit (curcuma domestica val) dengan menggunakan metode dpph (1, 1-diphenyl-2-picrylhydrazyl)’. Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah, 2014.

Hossain, M. B. et al. (2010). Effect of drying method on the antioxidant capacity of six Lamiaceae herbs. Food Chemistry. Elsevier, 123(1), pp. 85–91.

Huliselan, Y. M. (2015). Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol, Etil Asetat, dan n-Heksan dari Daun Sesewanua (Clerodendron squamatum Vahl.). Pharmacon, 4(3), pp. 155–163.

Husni, A., Putra, D. R. and Lelana, I. Y. B. (2014). Aktivitas antioksidan Padina sp. pada berbagai suhu dan lama pengeringan. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, 9(2), pp. 165–173.

Indonesia, D. K. R. (2008). Farmakope Herbal Indonesia. Edisi I. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Indrawati, N. L., Farm, S. and Razimin, S. S. (2013). Bawang Dayak: Si Umbi Ajaib Penakluk Aneka Penyakit. Jakarta : AgroMedia.

Jahangiri, Y. et al. (2011) . Effect of temperature and solvent on the total phenolic compounds extraction from leaves of Ficus carica. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research, 3(5), pp. 253–259.

Luliana, S., Purwanti, N. U. and Manihuruk, K. N. (2017). Pengaruh Cara Pengeringan Simplisia Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.) Terhadap Aktivitas Antioksidan Menggunakan Metode DPPH (2, 2-difenil-1-pikrilhidrazil). Pharmaceutical Sciences and Research (PSR), 3(3), pp. 120–129.

Molyneux, P. (2004). The use of the stable free radical diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) for estimating antioxidant activity. Songklanakarin J. Sci. Technol, 26(2), pp. 211–219.

Oktaviana, P. R. (2010). Kajian Kadar Kurkuminoid, Total Fenol Dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Pada Berbagai Teknik Pengeringan Dan Proporsi Pelarutan. Fakultas Pertanian.

Pranata, S. T. (2014). Herbal TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Yogyakarta: Aksara Sukses.

Purba, E. R. and Martosupono, M. (2009) . Kurkumin sebagai senyawa antioksidan. Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana.

Soegihardjo, C. J. (2013). Farmakognosi. PT Citra Aji Parama, Yogyakarta.

Wahyuningtyas, S. E. P., Permana, D. G. M. and Wiadnyani, A. (2017). Pengaruh Jenis Pelarut Terhadap Kandungan Senyawa Kurkumin dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val.). Jurnal ITEPA, 6(2), pp. 61–70.

Winarno, F. G. (2002). Kimia Pangan dan Gizi, jakarta, kimia pangan dan gizi. Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama.

Winarsi, H. (2005). Antioksidan alami dan radikal. Kanisius : Jakarta.

Yanuarti, R., Anwar, E. and Hidayat, T. (2017) . Profil fenolik dan aktivitas antioksidan dari ekstrak rumput laut Turbinaria conoides dan Eucheuma cottonii. JPHPI (Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia), 20(2), pp. 230–237.

Zuhra, C. F., Tarigan, J. B. and Sihotang, H. (2008). Aktivitas antioksidan senyawa flavonoid dari daun katuk (Sauropus androgunus (L) Merr.).


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##