Pengaruh Variasi Perbandingan Mol Ca/P Dalam Pembuatan Hidroksiapatit dari Tulang Ikan Tenggiri (Scomberomorus guttatus)

Lia Anggresani, Santi Perawat, Fitri Diana, Deny Sutrisno

Sari


Hidroksiapatit (HAp) merupakan molekul kristalin tersusun dari fosfor, kalsium digunakan secara luas untuk pembuatan implan karena kesamaannya dengan fase mineral tulang dan gigi serta bersifat biokompatibel, bioaktif, osteokonduktif. HAp dapat dibuat dari limbah tulang ikan tenggiri (Scomberomorus guttatus) diperoleh kadar kalisum sebesar 50,814% hasil tersebut lebih tinggi dibandingkan dalam cangkang kerang 44,39% dan cangkang telur 40,48%. Pembuatan HAp berpori dilakukan dengan metode presipitasi dibuat dari tulang ikan tenggiri sebagai prekursor kalsium direaksikan dengan (NH4)2HPOsebagai prekursor fosfat dengan variasi perbandingan mol Ca/P 1,6; 1,67; dan 1,70. Bubuk CaO yang diperoleh ditambah (NH4)2HPO4 hingga didapatkan endapan kemudian dioven serta di furnace suhu 900˚C, kemudian dibuat HAp berpori dengan penambahan kitosan. Karakterisasi HAp dilakukan menggunakan XRF, XRD, SEM, PSA dan Hardness Tester. Difraksi sinar-X terbentuk memberikan puncak sudut 2θ pada perbandingan mol Ca/P 1,6 dan 1,67 didapatkan HAp serta TCP pada perbandingan 1,70 didapatkan HAp murni, analisa XRD memperlihatkan senyawa berbentuk kristal hexagonal. hasil PSA didapatkan ukuran partikel pada perbandingan mol Ca/P 1,70 adalah 0,794 µm, Ca/P 1,6 didapatkan 1,058 µm dan Ca/P 1,67 didapatkan 1,109 µm. Uji hardness tester didapat nilai tertinggi pada variasi mol Ca/P 1,67 sebesar 241,8 N. Analisis SEM didapatkan hasil pada masing-masing sampel adalah berbentuk bulat tidak beraturan (irregular). Pembuatan HAp dari tulang ikan tenggiri dengan metode presipitasi dapat terbentuk pada semua variasi perbandingan mol Ca/P, didapatkan hasil berupa HAp dan TCP pada variasi perbandingan mol Ca/P 1,6 dan 1,67 serta variasi perbandingan mol Ca/P 1,70 diperoleh HAp tanpa adanya TCP


Kata Kunci


Hidroksiapatit berpori; Mol Ca/P; Scomberomorus guttatus; Presipitasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aisyah, D. et al. (2012) ‘Program Pemanfaatan Sisa Tulang Ikan Untuk Produk Hidroksiapatit: Kajian Di Pabrik Pengolahan Kerupuk Lekor Kuala Trengganu-Malaysia’, Jurnal Sosioteknologi, 11(26), pp. 116–125.

Amin, A. and Ulfah, M. (2017) ‘Sintesis dan Karakterisasi Komposit Hidroksiapatit dari Tulang Ikan Lamuru (Sardilnella Longiceps)Kitosan sebagai Bone Filler’, Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar, 5(1), pp. 9–15.

Anggresani, L. (2015) ‘Dip-Coating Senyawa Kalsium Fosfat dari Batu Kapur Bukit Tui dengan Variasi Ratio Mol Ca/P melalui metode Sol-Gel’, pp. 1–9. doi: 10.31958/js.v7i1.123.

Chadijah, S., Hardiyanti and Sappewali (2018) ‘Sintesis dan Karakterisasi Hidroksiapatit Dari Tulang Ikan Tuna (Thunnus albacores) Dengan XRF, FTIR, dan XRD’, Al-Kimia, 6(2).

GS, S. et al. (2012) ‘Sintesis Hidroksiapatit Berpori dengan Porogen Kitosan dan Karakterisasinya’, Jurnal Kimia dan Kemasan, 34(1), pp. 220–225. doi: 10.24817/jkk.v34i1.1856.

Handayani, A., Giat, S. and Deswita (2012) ‘Preparasi dan Karakterisasi Hidroksiapatit Berpori Dari Tulang Ikan’, Jurnal Sains Materi Indonesia Indonesian Journal ofMaterials Science, 1(1), pp. 1– 4.

Haris, A., Fadli, A. and Yenti, S. R. (2016) ‘Sintesis Hidroksiapatit dari Limbah Tulang Sapi menggunakan Metode Presipitasi dengan Variasi Rasio Ca/P dan Konsentrasi H3PO4’, JOM FTEKNIK, 3(2), pp. 1–10. doi: 10.1016/j.copsyc.2014.12.004.

Luckita, G. K., Azis, Y. and Akbar, F. (2018) ‘Sintesis Hidroksiapatit dari Precipitated Calcium Carbonat (PCC) cangkang telur itik melalui proses Sol-Geldengan Variasi Rasio Reaktan Ca/P dan waktu Aging’, Jom Fteknik, 5(2), pp. 1–6. doi: 10.1152/ajpendo.00472.2014.

Mutmainnah, M., Chadijah, S. and Rustiah, W. O. (2018) ‘Hidroksiapatit dari Tulang Ikan Tuna Sirip Kuning (Tunnus albacores) dengan Metode Presipitasi’, Al-Kimia, 5(2), pp. 119–126. doi: 10.24252/alkimia.v5i2.3422.

Ningsih, Rini, P., Wahyuni, N. and Destiarti, L. (2014) ‘SINTESIS HIDROKSIAPATIT DARI CANGKANG KERANG KEPAH (Polymesoda erosa) DENGAN’, Jurnal Kimia Khatulistiwa, 3(1), pp. 22–26.

Purwasasmita, B. S. and Gultom, R. S. (2008) ‘Sintesis Dan Karakterisasi Serbuk Hidroksiapatit Skala Sub-Mikron Menggunakan Metode Presipitasi’, Jurnal Bionatura, 10(2), pp. 155–167.

Riyanto, B. and Maddu, A. (2014) ‘Material of Hydroxyapatite-Based Bioceramics from Tuna Fishbone’, Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 16(2), pp. 119–132. doi: 10.17844/jphpi.v16i2.8046.

Susanti, L., Zuki, M. and Syaputra, F. (2011) ‘Pembuatan Mie Basah Berkalsium dengan Penambahan Tulang Ikan Tenggiri (Somberomorus lineolatus)’, Jurnal AgroIndustri, 1(1), pp. 35–44.

Saputra, F., Fadli, A. and Amri, A. (2016) ‘Kinetika Reaksi pada Sintesis Hidroksiapatit dengan Metode Presipitasi’, Jom FTEKNIK, 3(1), pp. 1–6.

Venkatesan, J. and Kim, S. K. (2010) ‘Effect of temperature on isolation and characterization of hydroxyapatite from tuna (thunnus obesus) bone’, Materials, 3(10), pp. 4761–4772. doi: 10.3390/ma3104761. Wardani, N. S.,

Fadli, A. and Irdoni (2015) ‘Sintesis Hidroksiapatit dari Cangkang Telur dengan Metode Presipitasi’, JOM FTEKNIK, pp. 1–10. doi: 10.1016/j.copsyc.2014.12.004.

Wahyudi, R. et al. (2017) ‘Profil Protein Ikan Tenggiri dengan Variasi Penggaraman dan Lama Penggaraman dengan Menggunakan Metode SDS-PAGE Profile of Fish Protein With Various Salting and Length of Salting With by Using’, p. 35.




DOI: http://dx.doi.org/10.52689/higea.v12i1.264

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##