Studi Fisikokimia Ekstrak Umbi Bit Merah (Beta Vulgaris L) Sebagai Pewarna Pada Sediaan Tablet

Ridho Asra, Zikra Azizah, Rina Desni Yetti, Desi Ratnasari, Boy Chandra, Sestry Misfadhila, Nessa Nessa

Sari


Umbi bit merah (Beta vulgaris L.) mengandung pigmen betasianin yang berfungsi sebagai alternatif pewarna alami. Pada penelitian ini betasianin dari ekstrak umbi bit merah di ekstraksi dengan metode ultrasonic assisted extraction (UAE) menguunakan pelarut air dan dikeringkan dengan metode Frizee Draying. pengujian betasianin dari sekstrak umbi bit merah dilakukan dengan kromatografi lapis tipis diperoleh nilai Rf = 0,7 dan panjang gelombang maksimum 535 nm yang di analisis dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Spektrum FTIR  menunjukan bahwa pada isolat terdapat adanya gugus fungsi yang identik dengan betasianin standar. Betasianin dalam ekstrak diperoleh dengan kadar 98,6474% yang stabil pada suhu 40 °C dan pH 5. Zat warna betasianin dari ekstrak umbi bit merah telah diaplikasikan dalam sediaan farmasi, dan pada penelitian ini zat warna betasianin dari ekstrak dapat digunakan sebagai pewarna alami untuk sediaan tablet.


Kata Kunci


Betasianin: Umbi bit merah; Tablet

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Allam, K. V, & Kumar, G. P. (2011). Colorants–the cosmetics for the pharmaceutical dosage forms. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 3(3), 13-21.

Apriliyanti, W. M., Prasetyo, F. A, Santoso, B. (2017). Optimasi perlakuan pendahuluan dan pengeringan untuk meningkatkan betasianin teh kulit buah naga. Seminar Nasional Hasil Penelitian Ristekdikti.

Astawan, M. (2008). Sehat Dengan Sayuran. Jakarta: PT. Dian rakyat.

Nugraheni, M. (2014). Pewarna alami Sumber daya dan aplikasinya pada makanan dan kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Purwakusumah ,E. D, Mohamad, R., Utami D. S, Waras, & Muhammad. A. Z. A. (2014). Identification and authentication of Jahe merah using combination of FTIR spectrocopy and chemometrics. Journal AGRITECH. 34(1), 82-87.

Retno, M. (2010). Identifikasi Pigmen Betasianin pada Beberapa Jenis Inflorescence Celosia. Yogyakarta: Jurusan Biologi Fakultas MIPA. Universitas Gajah Mada.

Robert, D. A, Carlsson, R. M, & Masson, L. (2003). Stability of spray-dried encapsulated caratenoid pigments from rosa rubiginosa oleoresin. JAOCS. 80(11), 1115-1120.

Rubatzky, V. E. (1998). Sayuran Dunia 2. Bandung: ITB.

Sari, I. M. N, Hudha, M. A, & Prihanta, W. (2016). Uji kadar betasianin pada buah bit (beta vulgaris l.) dengan pelarut etanol dan pengembangannya sebagai sumber belajar biologi. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 2(1),72-77.

Setiawan, W. A. M., Nugroho, K. E., & Lestario, N. L. (2015). Ekstraksi betasianin dari kulit umbi bit (Beta vulgaris L.) sebagai pewarna alami. Jurnal Ilmu Pertanian, 27(1), 38-43.

Sulekova, M, S Mr cova, M., Hudak, A, Hezelova, M, & Fedorova, M. (2017). Organic colouring agents in the pharmaceutical industry. Folia Veterinaria, 61(3), 32-46.

Wibawanto, N. R., Victoria, K. A., & Rika, P. 2014. Produksi Serbuk Pewarna Alami Bit Merah (Beta vulgaris L.) dengan Metode Oven Drying. Jurnal Fakultas Teknik Univesitas Wahid Hasyim Semarang, 1(1), 38-43.

Wirakusumah, E. (2007). Cantik Awet Muda Dengan Buah Sayur dan Herbal . Jakarta: Penebar Swadaya.

Yulianti, H., Hastuti, R., & Widodo, D. S. (2008). Ekstraksi dan uji kestabilan pigmen betasianin dalam kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) serta aplikasinya sebagai pewarna tekstil. Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi. 11(3), 84-89.




DOI: http://dx.doi.org/10.52689/higea.v12i1.265

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##