PENGARUH FRAKSI AIR, ETIL ASETAT DAN N-HEKSAN DARI EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbii L) TERHADAP KELARUTAN KALSIUM BATU GINJAL SECARA IN VITRO

Sestry Misfadhila, Boy Chandra, Yully Wahyuni

Sari


Ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbii L.) diketahui memiliki kemampuan untuk melarutkan kalsium batu ginjal. Pada penelitian ini, fraksi air, etil asetat dan n-heksan dari ekstrak etanol daun belimbing wuluh diuji terhadap kelarutan kalsium batu ginjal. Simplisia dimaserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70 % dan difraksinasi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Batu ginjal yang digunakan digerus menjadi serbuk yang homogen, kemudian ditentukan kandungannya. Batu ginjal diketahui mengandung karbonat, kalsium, oksalat dan fospat. Serbuk batu ginjal direndam dengan ekstrak etanol dan ketiga fraksi pada suhu 37 ºC  selama 5 jam, filtrat didestruksi lalu diuji kelarutan kalsium batu ginjal dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Kadar kalsium yang terlarut pada ekstrak etanol, fraksi air, etil asetat dan n-heksan berturut-turut 3,59 %, 3,1 %, 3,2 % dan 0,24 %. Analisis anova satu arah menunjukan bahwa pemberian ketiga fraksi memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kadar kalsium yang terlarut dengan nilai (sig 0,000 < 0,05).


Kata Kunci


Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L); Fraksinasi; Kalsium, Spektrofotometri Serapan Atom

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2006). Monografi ekstrak tumbuhan Indonesia. (Volume 2). Jakarta: Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Coe, F. L., Evan, A., & Worcester, E. (2005). Kidney stone disease. Journal Clin Inverst. 115, 2598-2608.

Dale, D. C. 2003. Scientific American Medicine. Volume II. New York: Web MD Inc.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1985). Cara Pembuatan Simplisia. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1995). Material Medika Indonesia. (jilid VI). Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Farmakope Herbal Indoensia. (Edisi 1). Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Gandjar, I. G., dan Rohman, A. (2008). Kimia Farmasi Analisis. Cetakan III. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hanani, E. (2017). Analisis Fitokimia. Jakarta: EGC Kedokteran.

Harborne, J. B. (1987). Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Cetakan IV. Penerjemah: Padmawinata, K & Soediro, I. Bandung: Penerbit ITB.

Hardi, S. (2005). Hancurkan Batu Ginjal Dengan Ramuan Herbal. Jakarta: Puspa Swara.

Hernani, Winarti, C., & Marwati, T. (2009). Pengaruh ekstrak daun belimbing wuluh terhadap penurunan tekanan darah pada hewan uji. Jurnal Pascapanen. 6(1), 54-61.

Ibrahim, N., Yusriadi, & Ihwan. (2014). Uji efek antipiretik kombinasi ekstrak etanol herba sambiloto (Andrographis paniculata Burm.f Nees) dan ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Jurnal of Natural Science. 3(3), 257-268.

Kealey, D. dan Haines, P.J. (2002). Analytical Chemistry. London: BIOS Scientific Publishers Ltd.

Kurniawan, F. K. 2015. Kimia Klinik Praktikum Analis Kesehatan. Jakarta: EGC Kedokteran.

Muhtadi., Suhendi, A., Nurcahyanti, W., & Sutrisna, E. M. (2014). Uji praklinik antihiperurisemia secara in vivo pada mencit putih jantan galur BALB-C dari ekstrak daun salam (Syzigium polyanthum walp) dan daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Biomedika. 6(1), 17-23.

Pramono, S., Sumarno, Wahyono S., (1993). Flavonoid Daun Sonchus arvensis L.: Senyawa Aktif Pembentuk Kompleks Dengan Batu Ginjal Berkalsium, Warta Tumbuhan Obat Indonesia. The Journal on Indonesian Medicinal Plants. 2(3). 5-7.

Puspaningrum, S., Utomo, A. B., & Suprijono, A. (2017). Pengaruh fraksi air dan fraksi etil asetat daun adam Hawa (Rhoeo discolor Hance) terhadap peluruhan batu ginjal kalsium secara in vitro. Media Farmasi Indonesia. 10(2), 917-926.

Prasetiyo, R., Ariesti, N. D., & Yuswantina, R. (2016). Uji ekstrak etanol 70 % daun belimbing wuluh terhadap kelarutan batu ginjal kalsium in vitro. Jurnal gizi dan Kesehatan. 17(8). 103-108.

Raimon. (1993). Perbandingan Metoda Destruksi Basah dan Kering Secara Spektrofotometri Serapan Atom. Lokakarya Nasional Jaringan Kerjasama Kimia Analitik Indonesia. Yogyakarta.

Sovia, E., & Ratwita, W. (2015). Aktiviitas antidiabetes ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Jurnal Farmasi Galenika. 2(1), 15-21.

Soedibyo, B. R. A. Mooryati. (1998). Alam Sumber Kesehatan Manfaat Dan Kegunaan. Jakarta : Balai Pustaka.

Valsan A, Raphael R. K. 2016. Pharmacognostic profile of Averrhoa bilimbi Linn. Leaves. South Indian J Biol Sci. 2(1):75-80.

Winarti., Nuryanti, S., dan Said, I. (2014). Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Tanaman Meniran (Phillanthus niruri L.) Dalam Melarutkan Kalsium. J. Akad. Kim. 3(4). 214 – 221.




DOI: http://dx.doi.org/10.52689/higea.v12i2.282

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##