Formulasi dan Evaluasi Gel Infusa Daun Belimbing Wuluh

Verawaty Verawaty, Irene Puspa Dewi, Felicia Febrian CH

Sari


Pada Daun belimbing wuluh terkandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menformulasi daun belimbing wuluh menjadi sediaan gel yang baik, efektif, dan aman untuk digunakan, serta menguji efektivitasnya terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Sediaan gel yang didapatkan berupa gel berwarna bening dan kuning bening, tidak memiliki bau, homogen, pH formula 1, 2 dan 3 berturut-turut 5,60, 5,58 dan 5,54 dan tidak mengiritasi kulit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan gel dari infusa daun belimbing wuluh memiliki daya hambat antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis pada formula 1 (10%), 2 (20%) dan 3 (30%) dengan rata-rata diamter zona hambat 10,6 mm, 12,3 mm, dan 29,1 mm. Hal ini menunjukkan pada formula 3 (30%) merupakan konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Uji One Way Anova dalam program Statistical Product And Service Solution (SPSS) 16.0 for Windows, hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata diameter zona hambat pada konsentrasi kelompok adalah signifikan dengan nilai  0,003 (α < 0,005).


Kata Kunci


Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.); Gel; Staphylococcus epidermidis

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Afifi, R., Erlin, E. and Rachmawati, J. (2018) ‘Uji Anti Bakteri Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Terhadap Zona Hambat Bakteri Jerawat Propionibacterium acnes Secara In Vitro’,

Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi, 10(01).

Hasyim, N. and Baharuddin, A. (2011) ‘Formulasi Gel Sari Buah Belimbing Wuluh’, Majalah Farmasi dan Farmakologi, 5(1), pp. 5–9.

Yusriana, C. S. dkk (2017) ‘Daya Hambat Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh( Averrhoa bilimbi L ) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis Secara In Vitro’, Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 5(September), pp. 669–674.

Zakaria; et al (2007) ‘In vitro Antibacterial Activity of Averrhoa bilimbi L. Leaves and Fruits Exracts’, International Journal of Tropical Medicine, 2(3), pp. 96–100.

Verawaty, Febriyenti and Halim, A. (2016) ‘Efektivitas Sistem Penghantaran Liposom pada Katekin Sebagai Antioksidan’, Jurnal Sains Farmasi dan Klinis, 2(2), pp. 176–182

Herslambang, D. (2015) ‘Aktivitas Sediaan Gel Kuersetin Terhadap Staphylococcus epidermidis’, Galenika Journal of Pharmacy, 1(1), pp. 59–64.

Mulyani, D. F. A. A. (2016) ‘Pengaruh Pemberian Ekstrak Belut ( Monopterus albus ) pada Penyembuhan Luka Bakar Tikus Putih Jantan Sprague-Dawley’, Jurnal Sains Farmasi dan Klinis, 2(May), pp. 191–194

Yusriana, C. S. (2014) ‘Uji Daya Hambat Infusa Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus’, Jurnal Permata Indonesia, 5(November), pp. 1–7.

Rheza, M. (2015) ‘Uji Aktivitas Antibakteri Infusa Daun Mangga Bacang (Mangifera foetida L.) Terhadap Pertumbuhan Shigella flexneri’, Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, 3(1), pp. 1–23.

Ifnawati, K. (2013) ‘Pengaruh Enzim Kitinase Kasar Dari Bakteri Pseudomonas pseudomallei dan Klebsiella ozaenae Terhadap Pertumbuhan , Morfologi , Dan Kadar N-Asetilglukosamin Fusarium oxysporum, SKRIPSI, Universitas Islam Negeri, Malang.

Yulianingsih (2012) ‘Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi. L.) Terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis.’

Wulandari, C. D. (2017) ‘Uji Aktivitas Antibakteri Air Perasan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Swingle.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus epidermidis’.




DOI: http://dx.doi.org/10.52689/higea.v12i2.309

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##