Aktivitas Penurunan Kadar Glukosa Darah Fraksi Air Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Pada Pemodelan Diabetes

Rahmad Abdillah, Fitra Fauziah, Ariska Tirdia Sari

Sari


Penderita diabetes mellitus memerlukan jangka panjang, bahkan seumur hidup untuk mengurangi gejala dan mencegah progresivitas penyakit agar tidak berkembang ke arah komplikasinya, sedangkan terapi diabetes yang dikonsumsi dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek fraksi air daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap nilai glukosa darah mencit putih jantan BALB/C yang diinduksi aloksan. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, fraksi air dosis 125, 250 dan 500 mg/kgBB, dan pembanding (metformin 1,3 mg/kgBB). Fraksi air diberikan secara per oral selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi air daun belimbing wuluh dapat mempengaruhi kadar glukosa darah mencit putih jantan (sig<0,05), dimana dosis 500 mg/kgBB memberikan efek penurunan glukosa darah paling tinggi. Pemberian fraksi air juga mempengaruhi rasio organ pankreas (sig<0,05), tetapi tidak mempengaruhi rasio organ jantung dan hati (sig>0,05) sebagai indikator makro patologis.


Kata Kunci


Averrhoa bilimbi L.; Diabetes Mellitus; Glukosa Darah

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdillah. (2012). Uji ekstrak etanol 70 % daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap kadar glukosa dalam darah tikus putih jantan galur wistar. Surakarta: Universitas Muhammadiyah.

Ariadi, F., & Susatyo, P. (2007).Regenerasi Sel Pulau Langerhans pada tikus putih (Rattus norvegicus) Diabetes yang diberi rebusan daging mahkota dewa (Phaleria macrocarp (scheff.) Boerl.), 2 (2): 118 – 122

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2006). Monografi ekstrak tumbuhan obat Indonesia. (Volume 2). Jakarta:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Departemen Farmakologi dan Terapeutik. (2007). Farmakologi dan Terapi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Indonesia.

Dwitiyanti, Sunaryo, H., & Kania, I.R. (2015). Uji aktivitas antihiperkolesterolemia fraksi etil asetat ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap kadar koleterol total dan LDL kolesterol pada hamster hiperkolesterolemia.Journal of Pharmacy, 12,(2), 153-163.

Lestari, E. E., & Kurniawaty, E. (2016).Uji Efektivitas Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)Sebagai Pengobatan Diabetes Melitus. Lampung: FK UNILA.

Nurrahmani. (2012). Stop Diabetes Mellitus. Yogyakarta: Fomika.

Perkeni. (2006). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PB PARKENI.

Perkeni. (2011). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PB PERKENI.

Price, S. A., & Wilson, L. M. (2005). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit (Edisi 6). Penerjemah: H. Hartono. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Suyono, S. (2006). Diabetes Mellitus di Indonesia. Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata, MI (eds) Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Tan, B. K., Tan, C. H., & Pushparaj, P. N. (2004). Anti-diabetic activity of the semi-purified fractions of Averrhoa bilimbi in high fat diet fed-streptozotocin-induced diabetic rats. Life Sciences, 2827-2839.

Vogel, H. G. (2002). Drug Discovery Ana Evaluation Pharmacological Assays. Berlin Heidelberg: Springer Verlag.




DOI: http://dx.doi.org/10.52689/higea.v12i2.316

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##