PENETAPAN KADAR VITAMIN C DAN B1 PADA BUAH NAGA MERAH (Hylocereus Lemairel (Hook.) Britton & Rose) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Sari
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Almatsier, S. (2001). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Arel , A., Martinus, A. B., Ningrum, A. S., (2017). Penetapan Kadar Vitamin C Pada Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis (F.A.C Weber) Britton & Rose) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Visibel. Scientia 7 (1), 1-5.
Autherhoff, H., & Kovar, K. A. (1987). Identifikasi Obat. (Edisi 4). Penerjemah: N. C. Sugiarso. Bandung: ITB.
Deman, J. M. (1997). Kimia makanan. Penerjemah: K. Padmawinata. Bandung: Penerbit ITB.
Febriani, W., Sulaeman, A., & Setiawan, B. (2016). Tepung Buah Naga Merah Dan Olahraga Memperbaiki Glukosa Darah Dan Profil Lipid Darah Pada Tikus Obes. Jurnal Gizi Pangan. 11 (3), 175-182.
Gandjar, I. G., & Rohman, A. (2012). Kimia Farmasi Analisis. (Cetakan IX). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kristanto, D. (2008). Buah Naga : Pembudidayaan Di Pot dan Di Kebun. Depok: Penebar Swadaya.
Laili, M ., Alimuddin, Erwin. (2017). Penetapan Kadar Vitamin C Dalam Sirup Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Dengan Variasi Waktu Penyimpanan. Jurnal Atomik, 02 (01), 123 - 133.
Liu, S., Zuhuyuan, Z., Qin, L., Hongqun, L., & Wenxzu, Z. (2002). Spectrophotometric determination of vitamin B1 in a pharmaceutical formulation using tryphenyl acid dyes. J Pharma Biomed Anal, 30 (3), 665 - 94.
Pakaya, D. (2014). Peranan Vitamin C Pada Kulit. Medika Tadulako. 1 (2), 45-54.
Panjuantiningrum, F. (2009). Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Yang Diinduksi Aloksan. (Tesis). Surakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.
Prakoso, L. O., Yusmaini, H., Thadeus, M. S., & Wiyono, S. (2017). Perbedaan Efek Ekstrak Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Dan Ekstrak Buah Naga Putih (Hylocereus Undatus) Terhadap Kadar Kolesterol Total Tikus Putih (Rattus Norvegicus). Jurnal Gizi Pangan. 12(3), 195-202.
Rahayu, S. (2014). Budidaya Buah Naga Cepat Panen. Jakarta: Infra Hijau.
Risnayanti, Mulyani, S., Ratman. (2015). Analisis Perbedaan Kadar Vitamin C Pada Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dan Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) Yang Tumbuh Di Desa Kolono Kabupaten Morowali
Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Akad.Kim, 4 (02), 91-96.
Rohim, A., Alimuddin, Erwin. (2016). Analisis Kandungan Asam Askorbat Dalam Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Dengan Iodimetri. Jurnal Kimia Mulawarman, 14 (01), 42 – 45.
Winarno, F. G. (1997). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.
Wongsowijaya, S. (2017). Manfaat Buah Naga, Melon, Semangka, Ketimun, Markisa Bagi Kesehatan. Yogyakarta : Leutika Nouvalitera.
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.

Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0.


