Identifikasi Metabolit Sekunder dan Pengujian Aktivitas Antioksidan Pada Umbi Bengkuang (Pachyrhizus erosus (L.) Urb.)
Sari
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Andayani, R., Maimunah, & Lisawati, Y. (2008). Penetuan aktivitas antioksidan, kadar fenolat total dan likopen pada buah tomat(Solanum lycopersicum L). Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, 13(1), 31-37.
Bahriul, P., Nurdin, R., & Anang, W. M. D. (2014). Uji aktivitas antioksidan ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dengan menggunakan 1,1-difenil-2-pikrihidrazil. Jurnal Akademika Kimia, 3(3), 143-149.
Banu, K. Sahira & Cathrine, L. (2015). General Techniques Involved in Phytochemical Analysis. International journal of Advanced Research in Chemical Science (IJARCS), 2 (4), 25-32.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1985). Cara Pembuatan Simplisia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat Tradisional.Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.
Endarini, L.H. 2016.Farmakognosi dan fitokimia. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Hanani, E. (2015). Analisis Fitokimia. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Lintang, J. A., Rusmarilin, H. & Lubis, L. M. (2014).Aktivitas antioksidan ekstrak umbi bengkoang pada berbagai umur panen dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Ilmu dan teknologi pangan, 2(1), 47-56.
Molyneux, P. (2004). The use of the stable free radical diphenylpicrylhydrazyl (dpph) for estimating antioxidant activity.SongklanakarinJ. Sci. Technol. 26(2), 211-219.
Mosquera, O. M., Correa, Y. M., Butrago, D. C., & Nino, J. (2007). Antioxidant activity of twenty five plants from Colombian biodiversity. Mem Ins Oswaldo Cruz, Rio de Janeiro, 102(5), 631-634.
Putra, S R. (2012). Optimalkan Kesehatan Wajah dan Kulit Dengan Bengkuang Cetakan Pertama. Yogyakarta: DIVA Press.
Rahayu, P. H. (2017). Perbedaan Aktivitas Antioksidan pada Perendaman 1 Jam dan 2 Jam Ekstrak Air Jamur Tiram (Pleorarus ostreatus) [Skripsi]. Sekolah Tinggi Kesehatan Insan Cendekia Medika. Jombang.
Redha, A. (2010). Flavonoid: struktur, sifat antioksidatif dan peranannya dalam sistem biologis. Jurnal Belian, 9(2), 196-202.
Soeryoko, H. (2013). 20 tanaman obat terbaik untuk maag, typus, dan liver.Yogyakarta: Rapha Publishing.
Sorensen, M. (1996). Yam bean (Pachyrhizus DC.) promoting the conservation and use of underutilized and neglected crop 2. Italy: International plant genetic resorces institute.
Tiwari, P., Kumar, B., Kaur, M., Kaur, G., & Kaur, H. (2011). Phytochemical screening and Extraction: A Review. Internationale Pharmaceutica Sciencia, 1(1), 98-106.
Wanti, S. (2008).Pengaruh Berbagai Jenis Beras terhadap Aktivitas Antioksidan pada Angkak oleh Monascus purpureus [Skripsi]. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.

Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0.


