ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID
Mareta Rindang Andarsari, Nadhifa Hanunnisa, Kristanti Lestari, Aminatush Sholichah, Dinda Monika Nusantara Ratri, Tri Pudy Asmarawati
Sari
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang salah satu pengobatannya dengan diberikan terapi antibiotik. Untuk mencapai keberhasilan terapi adalah dengan melakukan pemilihan antibiotik. Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih antibiotik yaitu dengan melihat efektivitas biaya. Cara mengetahui antibiotik yang paling cost-effective adalah dengan cost-effectiveness analysis (CEA). Analisis ini dapat dihitung dengan nilai ACER (Average Cost-Effectiveness Ratio) yang dilihat dari biaya pengobatan langsung dan efektifitas terapi. Efektivitas terapi dapat dilihat dari data klinis dan laboratorium pasien meliputi suhu, nadi, RR dan leukosit pasien saat keluar dari rumah sakit. Hasil penelitian ini adalah nilai ACER kloramfenikol sebesar Rp1.700.501 (berdasarkan data suhu, nadi, dan RR) dan cefixime sebesar Rp. Rp2.335.650 (berdasarkan data suhu, nadi, RR dan leukosit) pada tahun 2020. Sedangkan cefixime memiliki nilai ACER pada tahun 2021 sebesar Rp4.852.897 (berdasarkan data suhu, nadi, dan RR) dan Rp5.349.785 (berdasarkan data suhu, nadi, RR dan leukosit). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kloramfenikol dan sefiksim merupakan antibiotik yang cost-effective berdasarkan nilai ACER terendah untuk pasien rawat inap di Rumah Sakit Universitas Airlangga
Kata Kunci
Cost Effectiveness Analysis (CEA), Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER), Demam Tifoid, Antibiotik
Referensi
Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2015). Antibakteri. Diakses dari http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri pada tanggal 20 November 2021.
Bhandari, Jenish et al. (2020). Typhoid Fever. Statpearl. Diakses dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557513/ pada tanggal 29 Juli 2022
BPJS Kesehatan. 2014. Perubahan Tarif INA-CBGs. Info BPJS Kesehatan, 8, 1–12.
Brayfield, A. ed. 2014. Martindale: The Complete Drug Reference, 38th ed., London: Pharmaceutical Press
Crescentiana Emy Dhurhania, A. N. (2020). Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 3 No. 1 Juli 2016 32. Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 3(1), 32–38.
Crump, J. A. (2019). Progress in Typhoid Fever Epidemiology. Clinical Infectious Diseases, 68(Suppl 1), S4–S9. https://doi.org/10.1093/cid/ciy846
DOI:
http://dx.doi.org/10.52689/higea.v16i1.584
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##
https://montes.da.upm.es/



https://csdmm.da.upm.es/
slot gacor hari ini