Aktivitas Antioksidan dan Skrining Fitokimia dari Ekstrak Daun Matoa Pometia pinnata
Sari
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Abdul Hamid. 2010. Panduan Penulisan Skripsi. Cetakan kesatu. FEIS UIN Press: Jakarta
Dalimarta, S., 2005, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, hal 49-51, Puspa Swara, Jakarta.
Harbone, J.B. 1987. Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisa Tumbuhan, Edisi II. ITB, Bandung.
Martiningsih, N. W., Widana, G. A. B., dan Kristiyanti, P. L. P. 2016. Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Matoa (Pometia pinnata) dengan Metode DPPH.
Prosiding Seminar Nasional MIPA. Halaman 332 – 338.
Molyneux, P. 2004. The use of the stable free radical diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) for estimating antioxidant activity. Journals Songklanakarin Science Technology, 26: 212219.
Ngajow, M., Abidjulu, J. dan Kamu, V. S. 2013. Pengaruh Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Matoa ( Pometia pinnata ) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus secara In vitro. Jurnal MIPA UNSRAT. Volume 2 (2) : 128–132.
Sidoretno, W. M. dan Fauzana, A. 2018. Aktivitas Antioksidan Daun Matoa (Pometia pinnata) Dengan Variasi Suhu Pengeringan. Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal.Volume 3 (1) : 2502-8421.
Tanjung, R. H. R. dan Suharno. 2011. Matoa (Pometia sp). Potendi, Domestifikasi, dan Pembudidayaannya. Cetakan Pertama, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.

Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0.


