Penetapan Kadar Tanin Pada Teh Celup Yang Beredar Dipasaran Secara Spektrofotometri UV-Vis

Anzharni Fajrina, Junuarty Jubahar, Stevani Sabirin

Sari


The assay was conducted on tannins tea bag on the market Ultraviolet Visible spectrophotometry method. The samples used was tea bags with brand TM, TS, TP, TR, TJ and pure tea as a comparison. Tea powder sample were extracted using 70 % ethanol.to determine the type and content of tannin used catechins. On the quantitative test is obtained maximum wavelength of 222.00 nm catechins. The calibration curve cathecin is y = 0.04943x + 0.06692. with the value count r = 0.9995. The result showed levels of tannins in tea bag brand TM (0.00919 %), TS (0.00882 %), TP (0.00863 %), TR (0.00766 %), TJ (0.01184 %) and pure tea (0.01207 %). The research shows. kruscal wallis test results showed significant difference (P<0,05) between all brands of used tea bag with pure tea and significant difference between each tea bag.

Kata Kunci


Tannins; Tea Bag; Spectrophotometry UV-Vis

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Alfian. R & Susanti. H. (2012). Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Metanol Kelopak Bunga Rosella Merah (Hibiscus sadariffa Linn) dengan Variasi Tempat Tumbuh secara Spektrofotometri. Jurnal Ilmiah Kefarmasian. 2 (1) 73-80

Andriyani. D., Utami. P. I & Dhiani. B. A. (2010). Penetapan Kadar Tanin Daun Rambutan (Nephelium lappaceum .L) Secara Spektrofotometri Visible. Jurnal Pharmacy. 7(2)

Besral., Meilianingsih. L & Sahar. J. (2007). Pengaruh Minum Teh Terhadap Kejadian Anemia Pada Usila Di Kota Bandung. Makara, Kesehatan. 11(1) 38-43

Broto, S. W. (1998). Meteorologi Pertanian Indonesia. Yogyakarta: Mitra Gama Widya.

Dalimartha, S. (1999). Atlas Tumbuhan Indonesia, (Jilid I). Jakarta: Trubus Agriwidya.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1989). Sediaan Galenik. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Harborne, J.B. (1987). Metode Fitokimia, Penuntun Cara Modern Menganalisa Tumbuhan. (Edisi II), Penerjemah: K. Padinawinata dan I. Soediro. Bandung: Penerbit ITB.

Hagerman, A. E. (2002). Tannin Chemistry. Departement Chemistry and Biochemistry. Miami University. Oxford, USA.

Handayani, P.A & Maulana, I. (2013). Pewarna Alamiah Batik dari Kulit Soga Tinggi (Ceriops tagal) dengan Metode Ekstraksi. Jurnal Bahan Alam Terbarukan. 2 (2) 1-6. ISSN 2303-0623

Jamal, R. (2010). Prinsip-prinsip Dasar Isolasi dan Identifikasi. Padang: Penerbit Universitas Baiturrahma

Jones, D.S.(2010). Statistik Farmasi. Penerjemah: H.U. Ramadanianti., & H. Rivai. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, (2010). Suplemen I Farmakope Herbal Indonesia (Edisi -1). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, (2011). Suplemen II Farmakope Herbal Indonesia (Edisi -1). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Martono, Y. (2010). Penetapan Kadar Asam Galat, Kafein dan Epigalokatekin Galat pada berbagai Produk Teh Celup. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Pendidikan Sains UKSW, 114-125.

Rivai, H. (2011). Studi Metode Analisis Bahan Alam Yang Mengandung Senyawa Fenolat Untuk Pengembangan Data Monografi Tumbuhan Obat Indonesia. (Disertasi). Padang: Universitas Andalas.

Ryanata, E. (2014). Penetuan Jenis Tanin dan Penetapan Kadar Tanin dari Kulit Buah Pisang Masak (Musa paradisica L) secara Spektrofotoetri dan Permanganometri. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya. 4 (1) 1-16.

Sulistyawati., Wignyanto & Kumalaningsih. S. (2012). Produksi Tepung Buah Lindur (Bruguiera gymnorrhiza Lamk.) Rendah Tanin dan HCN sebagai Bahan Pangan Alternatif. Jurnal Teknologi Pertanian. 13 (3) 187-198.




DOI: http://dx.doi.org/10.52689/higea.v8i2.145

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

https://montes.da.upm.es/

https://csdmm.da.upm.es/

slot gacor hari ini