Uji Efek Antifertilitas Ekstrak Etanol Daun Ekor Naga (Epipremium pinnatum (L.) Engl.) pada Mencit Betina

Sri Oktavia, Ifora Ifora, Aprianto Aprianto

Sari


Ekstrak etanol daun ekor naga (Epipremium pinnatum (L.) Engl.) memiliki efek sitotoksik yang berpotensi mematikan sel sehingga obat-obat yang mempunyai aktifitas antikanker berpotensi menyebabkan gangguan pada proses pembuahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antifertilitas ekstrak etanol daun ekor naga pada mencit putih betina. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan 16 ekor mencit betina yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol yang diberikan suspensi Na CMC 0,5% dan kelompok dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB. Pemberian ekstrak secara peroral selama 18 hari. Parameter yang diamati adalah jumlah fetus dan tapak implantasi mencit putih betina setelah perlakuan berakhir. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terhadap jumlah fetus dan tapak implantasi mencit tidak berpengaruh secara signifikan (P>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak etanol daun ekor naga (Epipremium pinnatum (L.) Engl.) tidak memiliki efek antifertilitas pada mencit putih betina.


Kata Kunci


Uji antifertilitas; ekstrak etanol daun ekor naga; jumlah fetus; tapak implantasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alen, Y., Margono, S., & Lucida, H. (2005). Standarisasi Ekstrak Tangkai, Daun dan Batang Tumbuhan Obat Ekor Naga (Epipremnopsis media (Z.&M.) Engl.) (Seminar Nasional Obat Herbal). Jakarta: Departemen Farmasi FMIPA UI dan Perhimpunan Peneliti Bahan Obat Alami (PERHIPBA DKI).

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. (Edisi 1). Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Suplemen 1 Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Fernandez, M. A. M., Wiratmini, N. I., dan Ermayanti, N. G. A. M. (2015).

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Ekor Naga (Raphidophora pinnata Schoot.) Terhadap Perkembangan Uterus Mencit (Mus muculus) Yang Telah di Overaktomi. Jurnal Biologi, 19 (2): 74-79.

Francis, G., Kerem, Z., Harinder, P. S., Makkar & Becker, K. (2002). The biological action of saponins in animal system: Review. British journal of Nutrition. 88: 587-605.

Harbone, J.B. (1987). Metoda Fitokimia, Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan (Edisi 2). Penerjemah: oleh K. Padmawinata dan I. Soediro. Bandung: Penerbit ITB Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia (Jilid 1). Penerjemah: Badan Litbang Kehutanan. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya.

Kumar, S., Dagar, S., Kumar, P., Singh, J., Kumar, S., & Kumar, D. (2017). Antifertility effect of hydroalcoholic extract of Pandanus odoratissimus L. leaves. Porto Biomedical Journal, 2 (5):167-169

Lemmens, R. H. M. J., & Bunyapraphatsara, N. (2003). Plants Resources of South East Asia No 12(3) Medicinal and Poisonous Plants 3. Bogor: Prosea Foundation.

Lu, F.C. (1995). Toksikologi Dasar (Edisi kedua). Penerjemaah: E. Nugroho. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Makhdalena. (2006). Efek Ekstrak Etanol Daun Ekor Naga (Epipremnopis media (Z&M) Engl) Terhadap Kadar Kolesterol dan Trigleserida Darah Tikus Putih Jantan. (Skripsi). Padang: Universitas Andalas.

Marteka, D. (2007). Isolasi Senyawa Antioksidan dari Daun Tumbuhan Obat Ekor Naga (Epipremnopis media (Z & M) Engl). (Skripsi). Padang: Universitas Andalas.

Masfria. (2015). Antibacterial Activity of ethtyl acetate and Ethanol extract of Rhapidophora pinnata (L.F) Schott leaf against four types of bacteria. Indonesia Journal of ChemTech Research, 8 (6): 904-914.

Masfria, Harahap, U., Nasution, M. P., & Ilyas, S. (2013). The Activity of Rhaphidophora pinnata Lf. Schott leaf on MCF-7 Cell Line. Advances in Biological Chemistry, 3: 397-402.

Masfria, Harahap, U., Nasution, M. P., & Ilyas, S. (2014). Cytotoxic Activity, Proliferation Inhibition and Apoptosis Induction of Rhaphidophora pinnata Lf. Schott Chloroform Fraction to MCF-7 Cell Line. Internasional Journal of PharmTech Research, 6 (4): 1327-1333.

Masfria., Sumaiyah., & Dalimunthe, A. (2017). Antimutagenic Activity of Ethanol Extract of Rhaphidophora pinnata (L. F) Schoot Leaves on Mice. Internasional Journal of PharmTeach Research, 85 (7), 1-4.

Nurhanifah. (2009). Karakteristik simplisia, Skrining Fitokimia, dan Isolasi Senyawa Flavonoida dari Tanaman Daun Ekor Naga (Raphidophora pinnata, Schhot.). (Skripsi). Medan: Falkultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.

Pradjatmo, H. (2015). Prevelensi Fertilitas pada Penderita Kanker. Jurnal Kesehatan Republik Indonesia, 2 (3): 182-189.

Prawirohardjo, S. (2008). Ilmu Kandungan (edisi II), Cetakan keenam. Jakarta: PT Bina Pustaka.

Prawirohardjo, S. (2008). Ilmu Kebidanan (edisi IV). Jakarta: PT Bina Pustaka.

Rusmiati, E. (2011). Uji Efek Antifertilitas Fraksi N-Heksan dan Fraksi Etil Asetat Kulit Batang Durian (Durio zibethinus Murr.) pada Struktur Histologi Uterus Mencit (Mus Musculus L.). Jurnal Sains dan Terapan Kimia. 5 (1): 1-7.

Setyowati, W. A. E., Ariani, S. R. D., Ashadi, Mulyani, B., & Hidayat, A. (2015). Aktivitas Antifertilitas Kontrasepsi dari Kulit Durian (Durio zibethinus Murr) Varietas Petruk. Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan FMIPA Fkip UNS, Surakarta, 57-126.

Udoh, P., Essien, I. & Udoh., F. (2005). Effects of carica papaya (paw paw) seeds extract on the morphology of pituitary-gonadal axis pf male wistar rats. Phytotheraty Research. 19 (12): 1065-1068.




DOI: http://dx.doi.org/10.52689/higea.v12i1.258

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

https://montes.da.upm.es/

https://csdmm.da.upm.es/

slot gacor hari ini